Laporan M. Sulthon Neagara, wartawan HARIAN BANGSA & BANGSAONLINE di Arab Saudi/Media Center Haji 2026.
JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Deka Kurniawan, mengaku salut atas langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang kini dipimpin oleh Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan).
Menurut Deka, kebijakan Kemenhaj patut diapresiasi, karena dirinya sebagai lembaga negara yang memandang pelayanan disabilitas benar-benar melihat langsung apa yang dilakukan petugas haji di Arab Saudi.
“Ini patut diapresiasi. Ini merupakan terusan dari penyelenggaraan dari sebelum-sebelumnya. Sebelumnya ramah lansia, kemudian tahun selanjutnya ramah lansia dan disabilitas, nah tahun ini lebih keren lagi mencakup inklusif, ramah lansia, disabilitas, dan perempuan,” papar Deka saat tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah kepada Media Center Haji (MCH), Kamis (14/5/2026) waktu Arab Saudi.
“Dan ini yang sangat kita kagumi dari Gus Menteri dan jajaran Pak Dirjen. Beliau menjadikan ini bukan sebagai sekedar tugas dan jabatan, tapi ada aspek teologisnya. Beliau-beliau meyakini, dengan melayani dan memberikan pemenuhan hak bagi disabilitas, lansia, dan perempuan, justru disitulah keberkahannya,” imbuh Deka.
Tak sampai di situ, Deka mengaku Kemenhaj melibatkan KND secara langsung dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Dia juga melihat pejabat Kemenhaj yang juga terjun langsung dalam memastikan seluruh petugas benar-benar dilatih untuk melayani jemaah dengan maksimal.
“Bahkan Pak Dirjen (Puji Raharjo) terjun langsung melihat gimana persiapan petugas haji yang dilatih melayani penyandang disabilitas. Dan kami melihat ini sangat patut diapresiasi,” ucap Wakil Ketua KND tersebut.
Sementara itu, Direktur Jendral (Dirjen) Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan bahwa tema yang diangkat tahun ini betul-betul untuk memuliakan tamu Allah, khususnya penyandang disabilitas, lansia, termasuk perempuan.
Puji menjelaskan, secara statistik, 54 persen jemaah haji tahun ini adalah perempuan. Sedangkan setiap tahun, jemaah lansia dan disabilitas juga selalu mengalami peningkatan.
Hal inilah yang menjadikan Kemenhaj untuk berkomitmen memprioritaskan mereka dengan menyediakan layanan lansia dan disabilitas (Landis).
Selain itu, lanjut Puji, tahun ini Kemenhaj juga memperbanyak petugas perempuan dibanding tahun kemarin. Hal ini dikarenakan perempuan merasa lebih nyaman jika dilayani sesama perempuan.
“Supaya hajinya nyaman dan lancar. Karena kalau nyaman, otomatis bisa meningkatkan kemabruran,” pungkas Puji. (msn)










